Sinar X (Rontgen) Teknologi Yang Sangat Bermanfaat Juga Membahayakan

Black In News - Nah untuk artikel yang satu ini aku tulis ada kaitannya dengan pengalaman pribadi saya. Tau g’ dengan yang namanya Sinar Rontgen atau mungkin lebih kita kenal dengan sinar X. Sinar Rontgen ditemukan oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada tahun 1895. Sinar tersebut dinamakan sinar X karena waktu itu jenis sinar tersebut belum diketahui.

Sehubungan dengan hal di atas, saya pernah melakukan Rontgen sebanyak 2 kali. Hal yang menyebabkan saya di sinari dengan sinar X ini karena sebuah kecelakaan yang sangat parah pada Rabu Malam Pukul 20.00 (Kurang Lebih) 13 Desember 2006 (Alhamdulillah Masih Ingat). Akibat kecelakaan tersebut saya mengalami fraktur, penglihatan kurang jelas (sampai saat ini Silinder 1.45), adanya gejala jantung, dan nyeri berkepanjangan. Tapi alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa nulis dan ngepost di blog ini.  Yah bisa share ma sobat Djarum Black Community deh.

Anyway, pemotretan sinar X pertama saya diambil beberapa jam setelah saya mengalami kecelakaan. Setelah beberapa hari, hasil rontgen tersebut diperlihatkan ke saya dan ibu saya. Kalau g’ salah ingat, dokter (lupa namanya) ngomong kaya’ gini sama ibuku “anak ibu mengalami fraktur komplet pada tulang klavikulanya yang menyebabkan impaksi”. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 20 Desember 2006 saya dioperasi bedah untuk penyambungan tulang menggunakan pin. Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Nah sehabis operasi, pemotretan sinar X saya yang kedua dilakukan lagi untuk melihat hasil rontgen. Selama hampir 6 bulan sebuah pin dipasang dalam badan saya untuk membantu penyambungan tulang yang patah. Pada pertengahan bulan mei dilakukan operasi bedah kembali untuk melepas pin tersebut. Untuk flash back my life story sampai disini dulu yah, untuk selanjutnya masuk ke inti postingan ini. 

Gambar (Asli Punya Saya) Nyusul Yah !!!

Sinar X (Rontgen) Teknologi Yang Sangat Bermanfaat Juga Membahayakan

Selama ini, untuk mengetahui adanya kelainan dalam organ tubuh, kita sering memanfaatkan rontgen. Dengan teknologi tersebut berbagai kelainan seperti retak dan patah tulang hingga wajah calon anak dalam rahim pun bisa terlihat dengan jelas. Karena itu, teknologi ini dianggap sebagai satu penemuan yang mampu membantu banyak orang, terutama untuk menganalisis dan mendiagnosis suatu kondisi demi penyembuhan suatu penyakit. Tapi, ternyata radiasi yang ditimbulkan dalam proses penyinaran rontgen, disinyalir mengandung kekuatan radioaktif yang bisa berbahaya. Karena itu, sinar X yang "ditembakkan" untuk memotret bagian dalam organ tubuh harusnya benar-benar dalam komposisi yang tepat. Sebab, jika tidak, teknologi ini justru bisa memicu kanker. Hal ini dikuatkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wake Forest University di Carolina Utara. Mereka meneliti sebuah rumah sakit di Amerika Serikat yang menangani pasien trauma. Dari penelitian tersebut diketahui bahwa pemberian dosis radiasi sangat memengaruhi risiko munculnya kanker. James Winslow dari tim peneliti tersebut menyebutkan bahwa rata-rata orang yang tinggal di AS mendapatkan sinar radiasi sebanyak 3 millisievert. Sedangkan pasien trauma mendapatkan sinar radiasi sebanyak 40 millisievert. Dan, hal inilah yang meningkatkan risiko kanker pada pasien-pasien itu. Karena itu, ia menganjurkan, "Para dokter seharusnya memikirkan risiko jangka panjang dan keuntungan memeriksa pasien dengan menggunakan radiasi pada level tinggi baik untuk memeriksa kepala, leher, dada, rongga perut dan tulang panggul. Untuk meminimalisir risiko, James Winslow dan tim peneliti menyebut agar para dokter mengurangi dosis radiasi saat mengambil gambar atau menggunakan metode pengambilan gambar lainnya, seperti ultrasound (dengan gelombang suara) dan resonansi magnetik.

Masa Lalu yang suram tapi saat ini bisa menatap masa depan bersama Black Innovation Award. hal yang mengubah hampir seluruh cara berfikirku tentang cita - cita.

Istilah Kedokteran

Fraktur (terputusnya kontinuitas tulang)
Fraktur Komplet (patah pada seluruh garis tengah tulang, luas dan melintang. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang)
Klavikula (tulang yang terletak di atas tulang rusuk)
Impaksi (fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya)

Share this Post:
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

No Responses to “Sinar X (Rontgen) Teknologi Yang Sangat Bermanfaat Juga Membahayakan”

Leave a Reply:

Leave Your Comment Here And Do Not Forget Include Your Link